Kamis, 14 Juli 2022
AMAN Tana Luwu dan Ngo Berkoalisi Advokasi Tambang Di Kab. Luwu
Selasa, 21 Juni 2022
Konsolidasi Pembelajaran Mitra DGM-I Region Sulawesi
Peserta kegiatan antara lain adalah mitra-mitra pelaksana DGM Indonesia di Region Sulawesi ada Sembilan pelaksanaan proyek, tetapi dilakukan oleh 14 lembaga, karena ada yang berkonsorsium. Kopasos Sulbar (Konsorsium Perhutanan Sosial Sulawesi Barat, konsorsium antara Perkumpulan Bantaya dan Perkumpulan PAHAM), PW AMAN Sulteng, Konsorsium Karsa Institute dan OPANT, PW AMAN Sulawesi Selatan, PD AMAN Toraya, Balang Institute, PD AMAN Sinjai, LSM Komnasdesa Sultra dan Konsorsium BRWA-PHKOM Kajang. Bata Manurun, sebagai NSC (National Steering Committee) DGM-I Region Sulawesi memfasilitasi diskusi bersama Surti Handayani NSC Perwakilan Perempuan Adat dan Patti Rahmi Rahayu dari The Samdhana Institute yang merupakan NEA (National Executing Agency) DGM-I.
Kegiatan terlaksana selama 2 hari, 18 – 19 Juni 2022. Pada hari pertama, Bata dan Patti berbagi Capaian DGM-I di Region Sulawesi dan secara nasional. Kemudian, semua peserta berbagi capaian dan pembelajaran serta tantangan selama pelaksanaan proyek DGM-Indonesia.Pada dasarnya semua peserta setuju bahwa Capaian kerja-kerja mitra tidak sebatas pada angka yang berkontribusi pada capaian nasional DGM-I. Mitra-mitra Region Sulawesi bersepakat untuk melakukan kegiatan ekonomi bersama. Pada hari Kedua, Bata dan Surti berbagi refleksi kegiatan hari pertama dan memandu peserta berbagi keberlanjutan dari kerja-kerja pasca pelaksanaan DGM-I.
Peserta berbagi keberlanjutan yang paling mungkin antara lain Dialog dengan para pihak dalam memastikan hal dan akses dan Kelola masyarakat hukum adat Ngata Toro dan Moa, yang akan diselenggarakan oleh Karsa dan OPANT. Juga memastikan Kelompok Usaha Komunitas yang terbentuk selama pelaksanaan DGM-I, dilengkapi dengan identitas legal yang dipersyaratkan oleh Lembaga keuangan maupun pemerintah dalam memberikan dukungan dana maupun sarana pra sarana.
Sabtu, 21 Mei 2022
Muswil III AMAN Tana Luwu Di Wilayah Adat Buntumatabing, Akan di Hadiri 450 Orang Peserta
Muswil ini rencananya akan berlangsung selama empat hari dan dimulai pada Selasa (21/06) dan selesai pada Jumat, 24 Juni 2022 bulan depan.
Selaku Ketua Panitia Muswil III AMAN Tana Luwu, Andre Tandigau, mengatakan, dalam kegiatan yang akan dilangsungkan bulan depan, itu akan diikuti oleh 450 orang peserta.
"Muswil ini akan diadakan di wilayah adat Buntumatabing, Kabupaten Luwu. Untuk peserta yang akan ikut, itu berasal dari berbagai komunitas adat sebanyak 147 yang terbagi di satu kota dan tiga kabupaten. Selain komunitas adat yang akan hadir, ada juga tamu dari luar pulau Sulawesi, lembaga masyarakat dari lembaga NGO/CSO dan pemerintah se-tana luwu. Jadi total yang akan hadir, telah terdaftar sebanyak 450 orang," kata Andre Tandigau, Jumat, 20 Mei 2022.
Banyak hal akan dibahas dan dilakukan saat Muswil III AMAN Tana Luwu nantinya lanjut ketua panitia kegiatan yang akrab disapa Andre itu, Muswil tersebut, nantinya akan dibuka dengan adat kemudian disusul dengan agenda kegiatan lainnya.
"Setelah resmi dibuka, agenda kegiatan berikutnya yakni dialog umum, sarasehan masyarakat adat, panggung budaya, pameran dan kuliner masyarakat adat. Besar harapan kami selaku panitia, semoga Muswil ini bisa dilaksanakan dan berjalan dengan lancar dan berakhir baik," kata Andre.
Senin, 16 Mei 2022
Ketua BPAN Daerah RAMPI Abhel Wungko Mengecam Pernyataan Gubernur Sulsel, di Acara Hut Ke-19 Luwu-Timur.
Sebelumnya, di beritakan masyarakat adat Rampi Kabupaten Luwu Utara mengeluarkan pernyataan ‘akan pindah dari Provinsi Sulawesi Selatan dan bergabung ke provinsi sulawesi Tengah ke kab. Poso,
Hal ini buntut dari kekecewaan Masyarakat adat Rampi yang telah lama menanti Janji Pembangunan Insfratruktur Jalan Poros dari ibu kota kab.luwu Utara kec.Masamba menuju Kec. Rampi sebagaimana Yang telah di Janjikan oleh bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani pada saat Kampayenya sebagai tanggung jawab Pemerintah Kab. Luwu Utara bersama Pemerintah Provisi Sulawesi Selatan untuk kesejateraan Masyarakat termasuk masyarakat adat Rampi.
Berulang kali masyarakat adat Rampi, Menagih janji kepada bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani sebagai pemerintah daerah yang sampai hari ini belum juga merealisasikan pembangunan Infrastruktur Jalan Poros Masamba-Rampi sebagaimana yang telah di janjikan tersebut.
Menaggapi hal tersebut Gubernur Sul-Sel Andi sudirman Sulaiman (ASS) Dalam pidatonya di acara peringatan Hut Ke-19 Kab. Luwu-Timur, beliau gubernur Sulawesi selatan itu mengatakan.
“Katanya ada yang mau keluar dari Sulawesi Selatan ini, kenapa tidak sekalian keluar dari Indonesia,” kata Andi Sudirman, saat menghadiri HUT ke-19 Luwu Timur, Kamis (12/5/2022).
Dengan pernyataan gubernur di acara Hut ke 19 Luwu-Timur yang di tanggapi beberapa media,di antaranya AKTANEWS.CO.ID Layernews.ID dan inspirasitimur.com dan beberpa media yang ada di Sulawesi selatan.
Menaggapi hal tersebut Ketua BPAN Rampi, Abhel Wungko, Angkat bicara menyayangkan atas apa yang dikatakan oleh Gubernur Sul-Sel, dalam Pidatonya, Di acara Hut ke-19 Luwu-timur itu.
Pernyataan Gubernur (ASS) itu berkaitan dengan kelompok masyarakat Adat Rampi, sehingga kesannya justru membuat warga yang ada di Rampi tersinggung, “Sebagai orang nomor satu disulawesi selatan Seharusnya memberikan solusi kepada masyarakatnya, atas keluhan warganya yang sudah lama menginginkan adanya perhatian Pempov, dan pemda terkait Infrastruktur Jalan Poros masamba-Rampi tersebut”. kata Badan Pengurus Barisa Pemudah Adat Nusanata (BPAN Rampi), Sabtu (14/5/2022).
Abhel wungko Juga mengatakan, Gubernur Seharusnya meminta maaf secara terbuka kepada Masyarakat Adat ini tentu saja membuat ketersinggungan masyarakat adat Rampi, kami mengangap pernyataan itu kelewatan, walaupun itu candaan.
Sangat tidak etis lah memberikan jawaban candaan di depan forum resmi seperti itu karena beliau membawa nama Etnis Adat Rampi, dan beliau harus Menajalani KIWU sebagai sanksi adat, bagi orang-orang yang mempermalukan Suku.( F Suade )
Minggu, 17 April 2022
AMAN Tana Luwu Melakukan Sosialisasi Vaksinasi Covid19 Bagi Masyarakat Adat Dalam Rangka Muswil III Dan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMANVI)
Luwu Timur – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tana Luwu bersama Pengurus Daerah AMAN Luwu Timur melakukan Sosialisasi Vaksinasi Covid19 yang telah dilaksanakan (16/04/2022) di Kampung Dongi wilayah Adat Karunsi’e, kegiatan ini dalam rangka penanganan dan pencegahan covid-19 bagi Masyarakat Adat untuk mencegah terjadinya penularan yang masif mengingat masih terbatasnya akses vaksin bagi Masyarakat Adat.
Biro Organisasi,Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Andre Tandigau menyatakan bahwa sosialisasi vaksinasi sangat
penting untuk menangkal maraknya berita bohong (hoax) dari efek vaksin. Ia mengungkapkan, pihaknya juga telah
bekerja sama dengan Tim AMANkanCovid19 untuk sosialisasi terkait vaksinasi. Sosialisasi
ini sangat penting bagi masyarakat adat sebagai utusan peserta nantinya dan
syarat untuk mengikuti agenda 5 tahun
Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tana Luwu yaitu Musyawarah Wilayah (MUSWIL
III) dari tanggal 21-24 Juni 2022 dan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN
VI) yang akan dilaksanakan di bulan Oktober 2022.
Hasil dari sosialisasi yang dilakukan Tim AMANkan Covid19 Tana Luwu bekerjasama dengan Pengurus Daerah AMAN Luwu Timur sudah 90% masyarakat adat di kabupaten Luwu Timur yang telah melakukan vaksinasi yang ke 2 kali dan malahan ada yang sudah vaksinasi 3 kali.
Semoga sosialisasi vaksin covid19 ini bermanfaat sekaligus
mencerahkan, “ungkap Andre Tandigau ditengah-tengah peserta kegiatan, ia
menilai vaksin mempunyai peran penting dalam menyelamatkan masyarakat adat
sekaligus ketahanan tubuh dari dampak covid19.
Dikegiatan sosialisasi ini peserta yang hadir 15 orang dari perwakilan komunitas
adat Padoe,Komunitas Adat Karunsi’e, Komunitas Adat To’Konde, Komunitas Adat Pamona,
Komunitas Rahampu’u dan perempuan-perempuan adat.
#SahkanRUUMasyarakatAdat
#AyoVaksin
#MUSWILKEIIIAMANTANALUWU2022
#KMANVI2022
Sabtu, 29 Januari 2022
BPAN Daerah Rampi Terbentuk
Setelah melalui proses musyawarah berdasarkan statuta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ( AD/ART) sebagai Organisasi sayap Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN),
Abeli Damu terpilih sebagai ketua, Yonas Tudu sebagai Sekretaris dan Elin Wetu sebagai Bendahara Pengurus Daerah BPAN Rampi untuk Periode 2022-2025.
Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Nasional mempercayakan Pengurus Wilayah AMAN Tana Luwu Andre Tandigau untuk menyerahkan bendera BPAN sebagai tanda amanah perjuangan pemuda adat diserahkan kepada ketua terpilih untuk menjalankan tugas-tugas organisasi sebagaimana visi misi AMAN yang Berdaulat secara Politik, Mandiri secara Ekonomi dan Bermartabat secara Budaya.
Andre Tandigau mengingatkan kepada Pengurus terpilih BPAN Rampi untuk setia kepada organisasi dan tidak terlepas juga dari induk kita yang dimana tempat kita bernaung, yaitu Organisasi AMAN supaya kita tetap dalam koordinasi maupun komunikasi untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di tengah Masyarakat adat khisusnya wilayah adat di rampi supaya kita tidak keluar dari jalur perjuangan hak-hak Masyarakat Adat.
Sementara itu, Ketua BPH AMAN Rampi terpilih, Gerson Ntopu, mengatakan perjuangan Masyarakat Adat tidak terlepas dari keterlibatan pemuda. Kita tahu perjuangan ini berat namun hadirnya banyak pemuda yang bersatu menjadi terdepan dalam semangat juang yang diharapkan mampu meringankan beban yang kita hadapi,” kata Gerson Ntopu ketika memberikan motivasi kepada Pengurus BPAN Rampi.
"Pemuda Adat Bangkit Bersatu, Bergerak Mengurus Wilayah Adat"







